Jumat, 19 Januari 2024

RAM 6116




 1.Tujuan[kembali]

  1. Mengerti fungsi dari RAM ataupun ROM

  2. Dapat membuat rangkaian sistem minimum ataupun yang lain dengan RAM

 2.Alat dan bahan[kembali]

a) IC 6116

 

b) Resistor

 

c) LED

 

d) DIP switch

 3.Dasar teori[kembali]

a) IC 6116

IC memori 6116 merupakan salah satu RAM statik berkapasitas 16.384 bit atau 2 kbyte. IC 6116 mempunyai 8 jalur data (D0-D7) dan 11 jalur alamat (A0-A10). Untuk menulis data digunakan sinyal W (aktif LOW) dan untuk membaca data digunakan sinyal G (aktif LOW). Kaki E (aktif LOW) digunakan untuk mengijinkan memori menulis atau membaca data pada jalur data. Kaki 12 dihubungkan ke GND dan kaki 24 dihubungkan ke +5V.

RAM 6116 yang dipakai didalam sistem minimum mempunyai pin CS (Chip Select) untuk mengaktifkan IC tersebut, pin OE (Output Enable) sebagai pin sinyal kontrol RD untuk membaca data dan pin WE (Write Enable) sebagai pin sinyal kontrol WR untuk menulis data seperti gambar 2. Selain itu,  terdapat pin-pin untuk addresing A0-A10, pin data D0-D7 untuk masukan dan keluaran data 8 bit. Sisa bus address mulai A11-A19 dipergunakan untuk rangkaian decoding bagi RAM yang bersangkutan. 

Kombinasi dari ketiga pin-pin tersebut dapat dilihat fungsinya seperti pada tabel 1.
Tabel 1 Fungsi pin-pin CS, OE dan WE pada RAM 6116
-CS
-OE
-WE
Mode
Pin–pin I-O
1
X
X
Non aktif
High Z
0
0
1
Read
Out
0
1
0
Write
In

Dari tabel fungsi diatas dapat dilihat bahwa pin CS memegang peranan utama dalam kerja RAM statis 6116. Bila pin Chip Select aktif low maka operasi read dan write dapat dilaksanakan. Untuk mengaktifkan pin CS dapat diberikan input low dari output decoding I-O.
Urutan langkah-langkah yang dilaksanakan mikroprosessor dalam melaksanakan instruksi  read atau write pada RAM adalah sebagai berikut:
a. Address dari memori yang akan dituju diload oleh mikroprosesor ke bus address setelah terdapat sinyal ALE.
b. Chip Select yang dari RAM yang dituju akan aktif low sehingga RAM me-input-kan address dari bus address misalnya A0-A10 seperti pada RAM 6116.
c. Kemudian mikroprosessor mengirim sinyal kontrol RD atau WR pada RAM.
d. RAM melakukan pernbacaan atau penulisan sesuai dengan kombinasi sinyal control yang diterima seperti tabel 1 diatas.

 

b) Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika.
dilambangkan dengan

Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.

Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.

Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :


Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :

 

c) LED

LED dapat kita definisikan sebagai suatu komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan dapat memancarkan cahaya apabila arus listrik melewatinya.
Led (Ligth-Emitting Diode) memiliki fungsi utama dalam dunia elektronika sebagai indikator atau sinyal indikator atau lampu indikator.

LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K), Kelebihan Elektron pada N-Type material akan berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-Type material). Saat Elektron berjumpa dengan Hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).

 d) DIP Switch

 

Mirip dengan jumper, sakelar DIP adalah sakelar yang sangat kecil atau sekelompok sakelar yang terpasang pada banyak kartu suara, motherboard, printer, modem, dan komputer serta perangkat elektronik lainnya.

DIP switch sangat umum pada kartu ekspansi ISA yang lebih lama dan sering digunakan untuk memilih IRQ dan untuk mengkonfigurasi sumber daya sistem lainnya untuk kartu. Ketika dicolokkan ke papan sirkuit, firmware perangkat dapat membaca saklar DIP untuk instruksi lebih lanjut tentang bagaimana perangkat seharusnya berperilaku.

Dengan kata lain, saklar DIP adalah yang memungkinkan beberapa perangkat perangkat keras komputer yang lebih tua untuk digunakan dengan cara tertentu, sedangkan yang lebih baru diatur dengan perintah perangkat lunak dan chip yang dapat diprogram, seperti pengaturan otomatis yang didukung oleh perangkat plug and play (misalnya printer USB) .

 4.Percobaan[kembali]

Prinsip Kerja

Rangakain ini menggunakan IC RAM 6116, RAM adalah memori tempat penyimpanan data dan atau program untuk sementara waktu.pada ram 6116 terdapat pin-pin yaitu pin A0-A10 merupakan alamat input, pin CS (Chip Select) untuk mengaktifkan IC tersebut pin OE (Output Enable) sebagai pin sinyal kontrol RD untuk membaca data dan pin WE (Write Enable) sebagai pin sinyal kontrol WR untuk menulis data,dan D0-D7 merupakan masukan dan keluaran data 8 bit.pada rangkain ini pin CS,pin OE,pin WE berlogika 0 yaitu akan jika aktif apabila diberi logika low.Pada masing masing pinya dibuat port paralel

    a. Buka aplikasi Proteus
    b. Buat Program pada software seperti gambar


        c. Jalankan Program sehingga tampil pada layar

 5.Video[kembali]



 6.Dwonload[kembali]








Rangkaian interface decoder 74LS138




 1.Tujuan[kembali]

  1. Memahami mengenai rangkaian interface
  2. Dapat membuat rangkaian interface dengan decoder 74LS138

 2.Alat dan bahan[kembali]

  • IC 74LS138
  • IC 8225A
  • 74LS32 (Gerbang Logika OR)
  • IC 74LS245
  • LED
  • Resistor
  • Switch

 3.Dasar teori[kembali]

 Programmable I/O
Rangkaian interface yang bisa diprogram dengan memakai IC 8255. IC ini adalah suatu Programmable Peripheral Interface (PPI), yang Input atau Output-nya dapat diprogram sesuai dengan keinginan pemakai. Dengan demikian akan didapatkan suatu fleksibilitas yang cukup tinggi. Adapun blok diagram Programmable I/O seperti gambar 2.
PPI 8255 memiliki 24 buah pin I/O yang terbagi dalam 3 buah port yang bisa diprogram secara individual dalam dua group dan 3 buah mode operasi. Group A yang meliputi port A (8 bit) dan port C upper (4 bit) sedangkan group B terdiri dari port B (8 bit) dan port C lower (4 bit). Konfigurasi pin PPI 8255 dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1  Konfigurasi pin PPI 8255
Adapun fungsi pin-pin PPI 8255 adalah:
a.   D0 – D7 berfungsi sebagai data bus 3 state 2 arah yang dihubungkan ke data bus sistem komputer.
b.   Chip Select (CS) aktif rendah yang berfungsi untuk mengaktifkan PPI 8255.
c.   Read (RD) aktif rendah yang berfungsi untuk menandakan bahwa CPU akan membaca data dari PPI.


Gambar 2  Blok diagram Programmable I/O

d.   Write (WR) aktif rendah yang berfungsi mengizinkan CPU untuk menulis data ke dalam PPI.
e.   Port Select (A0 dan A1). Pin ini digunakan untuk memilih port yang akan digunakan.
f.     Reset yang berfungsi untuk me-reset seluruh port I/O menjadi input dengan kondisi high pada seluruh pin.

Dalam pengoperasian PPI, dapat dibedakan atas 3 mode operasi dasar yang dapat dipilih melalui software, yaitu :
a)     Mode 0 (Basic I/O)
             Konfigurasi operasi ini menyediakan operasi-operasi sederhana untuk input dan output bagi ketiga buah port yang ada. Tidak ada sinyal handshaking yang bisa diberikan ataupun diterima, melainkan data secara sederhana dikirim dan dibaca dari port.
b)     Mode 1 (Basic I/O)
             Konfigurasi operasi ini menyediakan fasilitas untuk transfer data I/O dari dan ke port tertentu dengan dilengkapi oleh sinyal handshaking. Dalam hal ini port A dan port B digunakan sebagai transfer data, sedangkan port C sebagai pembangkit sinyal handshaking.
c)     Mode 2 (Strobed bidirectional I/O)
             Konfigurasi operasi ini menyediakan fasilitas untuk komunikasi data 8-bit dua arah dengan peralatan luar. Tersedia sinyal-sinyal untuk handshaking dan interrupt dengan fungsi enable dan disable-nya.

          Ketika PPI mendapat sinyal reset, maka semua port di-set menjadi mode input (ke 24 jalur menjadi high impedance). Setelah dilakukan inisialisasi pasa IC 8255 tersebut, maka port-port tersebut dapat berfungsi sebagai input atau output sesuai nilai CW.
          Inisialisasi pada IC 8255 dapat dilakukan dengan mengirimkan Control Word (CW) yang mempunyai format seperti gambar 3. Inisialisasi dilakukan untuk menentukan mode PPI sekaligus fungsi dari tiap port, apakah sebagai input atau output.      
          Dalam program, penulisan alamat port-port dan CW dari IC 8255 adalah sebagai berikut :
                                       Port A         equ   300h
Port B         equ   301h
Port C         equ   302h
Port CW     equ   303h



Contoh program inisialisasi adalah:
                   MOV          AL, 10011001b
                   MOV DX,303h
                   OUT DX,AL       
Dari inisialisasi PPI 8255 diatas artinya sebagai mode 0, dengan port A dan Port C sebagai input serta Port B sebagai output. Control Word yang harus dikirim supaya IC 8255 dapat berfungsi demikian, diberikan  seperti pada gambar 4.


Gambar 3  Control Word pada IC 8255


Gambar 4  Contoh Control Word untuk IC 8255
         
          Kemudian program dapat dilanjutkan dengan melakukan pembacaan pada port A, misalnya, atau bisa juga memberikan output ke port B. Berikut ini contoh instruksi untuk melakukan pembacaan input dari port A.
                   MOV DX,301h
                   IN      AL,DX

          Didalam program tersebut terlihat instruksi-instruksi IN dan OUT yang memegang peranan penting dalam pengiriman data ke dalam dan ke luar sistem komputer. Instruksi OUT DX,AL berarti mengirimkan data yang berada di register AL ke alamat port yang tersimpan di DX. Dan IN AL,DX berarti membaca data dari port yang alamatnya tersimpan di DX kemudian menyimpan data tersebut di register AL.

Ada 3 contoh rangkaian yang dibedakan pada rangkaian decodernya.
1.   Memakai decoder gerbang nand seperti pada gambar 5.
Secara singkat prinsip kerjanya adalah pertama-tama mikroprosesor mengirimkan alamat interface seperti pada gambar rangkaian dapat dirancang untuk alamat 300H, 310H, 308H dan 318H dengan mengkombinasikan switch yang terhubung ke pin Slot ISA pada A3 dan A4. Jika salah satu alamat tersebut dikirim oleh mikroprosesor maka IC 7430 akan aktif ‘0’ yang diumpankan ke CS dari IC 8255 untuk mengaktifkannya dan ke E dari IC 74LS245 untuk mengaktifkan IC ini. Sebagai contoh misalnya mikroprosesor ingin mengirimkan data ke Port A dari rangkaian interface. Misal memakai alamat 300H maka untuk mengakses Port A dikirimkan alamat 300H dengan sendirinya CS dari IC 8255 dan E dari IC 74LS245 aktif lalu mikroprosesor mengirimkan data misal 80H dan bersamaan dengan itu mengirimkan sinyal kontrol WR ke IC 8255 dan dengan sendirinya sinyal kontrol RD dalam kondisi logika ‘0’ maka pin DIR dari IC  74LS245 menerima logika ‘1’ yang artinya akan melewatkan dari 8-bit A ke 8-bit B. Begitu juga sebaliknya, jika membaca data di  suatu port maka sinyal kontrol RD yang berlogika ‘0’ sehingga pin DIR berlogika ‘0’ yang artinya data dilewatkan dari 8-bit B ke 8-bit A. 
1.   Memakai decoder Nand Gate IC 74LS30

Gambar 5  Rangkaian interface dengan decoder nand
 
2.   Memakai decoder IC 74LS138

Gambar 6  Rangkaian interface dengan decoder 74LS138

 4.Percobaan[kembali]

Prinsip Kerja
Rangkaian ini beralamat 300H yang membuat output Y4 dari IC decoder 74LS138 berlogika ‘0’ karena A8 dari slot ISA dihubungkan ke input C dari IC 74LS138. Selain itu rangkaian interface dilengkapi dengan  aplikasi led yang terhubung ke Port A dan switch yang terhubung ke Port B serta  Port C tidak terhubung, seperti gambar 74.  Maka dalam program inisialisasi Port A sebagai output, Port B sebagai input dan Port C bisa sebagai Input atau Output karena tidak terhubung ke suatu rangkaian aplikasi.


    a. Buka aplikasi Proteus
    b. Buat Program pada software seperti gambar


        c. Jalankan Program sehingga tampil pada layar

·  

 5.Video[kembali]


 6.Dwonload[kembali]

simulasi klik disini 

video klik disini 

html klik disini  








Program Angka 9 - 0




 1.Tujuan[kembali]

  1. Memahami penggunaan EMU 8086
  2. Mengetahui program mencetak 3 digit angka ke layar

 2.Alat dan bahan[kembali]

EMU 8086


    Untuk membantu dalam memahami atau penyesuaikan alur kerja program yang diinginkan maka dapat dilakukan dengan bantuan emulator emu86. Pada emulator ini ada menu emulate untuk 16 menjalankan program dengan dua pilihan yaitu single step untuk eksekusi per baris instruksi atau Run untuk eksekusi keseluruhan instruksi sampai akhir program.
    Dalam “emu8086” terdapat beberapa menu, antara lain:
  1. Emulate : untuk menjalankan emulator kode program yang kita buat
  2. Compile : untuk membuat (compile) “binary executable file” atau ekstensi “.com” atau “.exe” dari kode program.
  3. Run : menjalankan aplikasi dari emulator yang dihasilkan (execute).
  4. Single Step : Menjalankan aplikasi dengan cara tracing (diproses perbaris kode program).

 3.Dasar teori[kembali]

OPERASI ARITMATIK 
1. Operasi Pertambahan
Ada dua macam perintah pertambahan, yaitu :
    a. Pertambahan dengan 1 
    Dengan perintah seperti: A = A+ 1, yang bermaksud pertambahan dengan 1, contoh dalam program ditunjukkan pada gambar 25. Tata penulisan: INC [Register/Variabel] 
    b. Pertambahan selain Satu Dengan 
    'ADD' dapat menambahkan berapa saja pada suatu register ataupun suatu variabel. 
Tata penulisan: ADD [operand1],[operand2] dimana isi operand1 adalah register atau variabel dan operand2 berupa register, variabel atau bilangan. Hasil pertambahan disimpan di operand1 , seperti contoh berikut ini. 
    Contoh:     
    ADD AH,AL dengan isi AH adalah 12 dan AL adalah 3, maka komputer melaksanakan perintah tersebut sebagai berikut : 
                                                    AH............... 12 
                                                    AL................ 3_ + 
                                                    AH............... 15 
Untuk perintah ADD kedua operand harus mempunyai besar kemampuan yang sama seperti AH dan AL yang sama-sama 8 bit.

Emu8086 merupakan aplikasi emulator bagi pemrograman bahasa assembler atau mikrokontroler. Dengan menggunakan aplikasi emulator, kita dapat mensimulasikan apakah program kontrol hardware yang kita buat sudah benar atau masih salah.

Pada bahasa pemograman asembler terdapat beberapa perintah untuk aritmatik. Perintah aritmatik yang dapat digunakan untuk pembagian adalah DIV(divide).

Dalam “emu8086” terdapat beberapa menu, antara lain:
  1. Emulate : untuk menjalankan emulator kode program yang kita buat
  2. Compile : untuk membuat (compile) “binary executable file” atau ekstensi “.com” atau “.exe” dari kode program.
  3. Run : menjalankan aplikasi dari emulator yang dihasilkan (execute).
  4. Single Step : Menjalankan aplikasi dengan cara tracing (diproses perbaris kode program).
Memulai pemrograman bahasa Assembler terdiri dari beberapa kode operasi code (op code) dan pseudo ops. Bentuk instruksinya adalah op code diikuti operand. Opcode adalah perintah yang akan dilaksanakan, sedangkan operand dpaat terdiri dari sumber (source) dan tujuan (destination).
Misal : MOV AX,BX
Opcode dari contoh di atas adalah MOV, sedangkan operandnya adalah AX, BX. Maksud kode di atas adalah perintah untuk menyalin data yang ada di register BX (source operand) ke register AX (destination operand).
Pseucode operation (pseudo ops) adalah perintah kepada assembler untuk memberitahukan apa yang harus dilakukan terhadap data, percabangan bersyarat, perintah macro dan listing. Beberapa pseudo ops yang sering dijumpai adalah sebagai berikut :



Untuk menjalankan Klik  “compile” kemudian pilih lokasi di mana file executable akan disimpan, lalu “single step”, sehingga hasilnya akan terlihat seperti dibawah ini :
Tabel ASCII

 4.Percobaan[kembali]

Listing Program : 
        MOV CX,0Ah
        MOV DL,39h
        ulangi:
        MOV AH,02h
        INT 21h
        DEC DL
        LOOP ulangi
        MOV AH ,4Ch
        INT 21
Penjelasan per baris program adalah: 
1. Perintah program untuk menampilkan angka 9 sampai 0 kelayar monitor
2. MOV CX,0AH merupakan melakukan pengulangan sebanyak 0AH ( 10 kali) dimana register CX adalah 16 bit
3. MOV DL,39h merupakan melakukan mengisi register DL dengan karakter ASCII dari angka 9
4. Ulangi merupakan label semacam lokasi dimana alamat yang akan diulang dituju
5. MOV AH,02h merupakan mengisi nilai karakter AH dengan data 02H
6. INT 21h merupakan menjalankan interrupt 21 hexsa dengan mencetak kode ASCII karakter di DL ke layar
7. DEC DL dengan DL – 1  merupakan, untuk DEC adalah tata penulisan untuk pengurangan DL-1 adalah smbol untuk karakter berikutnya. 39-1 = 38, dimana 38 dala kode ASCII adalah 8
8. Loop Ulangi merupakan pengulangan sampai angka 0 karena CX=AH (10 kali)
9. MOV AH,4CH dan baris ke 10. INT 21h merupakan perintah untuk menghentikan program

Gambar Percobaan

 5.Video[kembali]




 6.Download[kembali]

simulasi klik disini 

video klik disini 

html klik disini  








Minggu, 16 Juli 2023

Multiplexer dan Demultiplexer

 



SOAL 8. 3 
Buatlah Simulasi Multiplexer ECL 10173

1. Tujuan[Kembali]

  • Mengetahui dan memahami prinsip kerja Multiplexer
  • Mengetahui dan memahami prinsip kerja ECL 10173
  • Mengetahui bentuk pengaplikasian Multiplexer
  • Menyelesaikan latihan soal 8.3

2. Alat dan Bahan[Kembali]

ALAT:

    1. Logicprobe



BAHAN:
  • Multiflexer ECL 10173



Spesifikasi :
-Bahan : Metal, Aluminum
-Pengilang Standard Lead Time : 2 Weeks
-Status Status Percuma / Rosh Status : Lead free / RoHS Compliant
-Tinggi : 3.000" (76.20mm)
-Ciri-ciri : Cap (Cover)
-Penerangan terperinci : Chassis Metal, Aluminum Unpainted Cover Included 10.000" L x 17.000" W (254.00mm x 431.80mm) X 3.000" (76.20mm)
-Design : Cover Included
-Jenis kontena : Chassis
-Warna : Unpainted
-Kawasan : (L x W)170 in² (1097 cm²)
  • Logic State


Input dan Output pada Gerbang Logika hanya memiliki 2 level. Kedua Level tersebut pada umumnya dapat dilambangkan dengan :

- HIGH (tinggi) dan LOW (rendah)
- TRUE (benar) dan FALSE (salah)
- ON (Hidup) dan OFF (Mati)
- 1 dan 0

3. Dasar Teori[Kembali]

    1. Logicprobe



Logic probe atau logic tester adalah alat yang biasa digunakan untuk menganalisa dan mengecek status logika (High atau Low) yang keluar dari rangkaian digital. Objek yang diukur oleh logic probe ini adalah tegangan oleh karena itu biasanya rangkaian logic probe harus menggunakan tegangan luar (bukan dari rangkaian logika yang ingin diukur) seperti baterai. Alat ini biasa digunakan pada IC TTL ataupun CMOS (Complementary metal-oxide semiconductor).
Logic probe menggunakan dua lampu indikator led yang berbeda warna untuk membedakan keluaran High atau Low. Yang umum dipakai yaitu LED warna merah untuk menandakan output berlogika HIGH (1) dan warna hijau untuk menandakan output berlogika LOW(0).
 
    2. Multiflexer ECL 10173 



    ECL IC 10173 merupakan salah satu dari IC Multiplexer. Multiplexer adalah rangkaian logika kombinasional yang dirancang khusus untuk mengalihkan salah satu dari beberapa jalur INPUT (masukan) ke satu jalur OUTPUT (keluaran). Jalur Input yang terpilih menentukan input mana yang akan terhubung ke output. Multiplexer yang juga sering disingkat menjadi MUX atau MPX ini pada dasarnya berupa rangkaian digital yang dibuat dari gerbang logika berkecepatan tinggi yang digunakan untuk beralih data digital atau biner atau dapat berupa tipe analog yang menggunakan komponen transistor, MOSFET atau relay untuk mengalihkan salah satu input ke output. 

Tabel Kebenaran :

Tabel 1. Tabel Kebenaran


Terdapat tiga syarat minimum yang paling dasar yang harus terdapat pada sebuah Multiplexer, yaitu terminal Input, terminal Output dan terminal Sinyal Pengendali dengan penejelasan :

⏩Terminal Input : Terminal Input atau jalur Input adalah jalur sinyal yang tersedia yang harus dipilih (biasanya lebih dari satu Input). Sinyal-sinyal ini dapat berupa sinyal digital atau sinyal analog.
⏩Terminal Output : Perlu diketahui bahwa sebuah Multiplexer akan hanya memiliki satu jalur output. Sinyal input yang dipilih akan dihubungkan ke jalur output.
⏩Terminal Pengendali atau Terminal Pemilih : Terminal Pengendali ini digunakan untuk memilih sinyal jalur input. Jumlah jalur pengendali pada Multiplexer tergantung pada jumlah jalur input yang dimiliki. Misalnya pada multiplexer yang memiliki 4 input, maka akan memiliki 2 terminal sinyal pengendali sedangkan Multiplexer yang memiliki 2 Input hanya memiliki 1 terminal sinyal pengendali.

Spesifikasi :
-Bahan : Metal, Aluminum
-Pengilang Standard Lead Time : 2 Weeks
-Status Status Percuma / Rosh Status : Lead free / RoHS Compliant
-Tinggi : 3.000" (76.20mm)
-Ciri-ciri : Cap (Cover)
-Penerangan terperinci : Chassis Metal, Aluminum Unpainted Cover Included 10.000" L x 17.000" W (254.00mm x 431.80mm) X 3.000" (76.20mm)
-Design : Cover Included
-Jenis kontena : Chassis
-Warna : Unpainted
-Kawasan : (L x W)170 in² (1097 cm²)

4. Percobaan[Kembali]

1) Prosedur Percobaan

❤Siapkan aplikasi proteus
❤Cari semua alat dan bahan pada library proteus
❤Rangkailah sesuai pada gambar rangkaian percobaan
❤Jalankan simulasi 

2) Rangkaian Percobaan



3) Prinsip Kerja Rangkaian
Pada rangkaian terdapat Multiplexer ECL 10173. Pada ECL 10173 terdapat 14 pin, 10 pin input dan 4 pin output. Pada input terdapat pin CLK, pin SEL, pin A0, pin A1, pin A2, pin A3, pin B0, pin B1, pin B2, pin B3. 
Pada output terdapat pin Q0, pin Q1, pin Q2, dan pin Q3. 
Setelah dirunning, terjadi error pada rangkaian karena pin jenis ECL 10173 ini tidak bisa disimulasikan karena IC jenis ini bersifat non aktif. Jenis IC ini bersifat pasif. Pada tabel kebenarannya ECL 10173 bergangtung pada CLK dan SEL yang diberikan. 
Pada tabel kebenaran terlihat bahwa jika input yang diberikan low (0) dan clock yang diberikan low (0) maka dihasilkan ouput berupa low (0). Sedangkan apabila inputan yang diberikan adalah high (1) dan clock yang diberikan adalah low (0) maka output yang dihasilkan adalah high (1). Jadi dapat disimpulkan bahwa ouput yang dihasilkan tergantung pada inputannya, dimana input itu tergantung pada dioda penyusunnya.

5. Video[Kembali]

6. Download File[Kembali]

Download Materi klik disini
Download HTML klik disini
Download Video klik disini
Download Rangkaian klik disini
Download Datasheet IC 10173 klik disini

MODUL 4 MIKRO TB

PERANCANGAN SISTEM KONTROL TANAMAN BAWANG BERBASIS MIKROKONTROLLER [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1.Pendahuluan 2. Tujuan ...